...Puss Puss...Meong Meong

Senin, 07 Mei 2012

Cinta Ku Bersemi Di Masa “Putih Biru Tua”


Karya : Ratih Desya Untiansari.
       Kisah ini berawal dari ketika aku sebut saja aku Desya Rahma Sari,di sekolah SMPN Pelita 2 Jakarta.  Aku biasa dipanggil dengan Desya, aku telah duduk, di bangku kelas 7. Sebagai anak baru yang harus menjalani masa pembelajaran.
                Saat ini SMP ku memang sering mengadakan out door, yachh, biar gk bosen sih katanya. Dimulailah kisahku. Aku mengenal sesosok seorang teman yang berbeda dari yang lainnya. Ya dia Dika Pandu Utama, ya dia memang sosok yang dikagumi oleh semua wanita.
                Awalnya sih memang aku gak tertarik padanya karna memang dia adalah orang yang “nyebelin” sedunia. ya Dika memang sih dia keren, jago maen basket, ganteng, dan yang pastinya super duper pendiem, hanya 3 jurus yang dia miliki untuk menjawab pertanyaan yaitu hanyalah anggukan, gelengan kepala, dan angkat bahu.
##########
                Hari ini aku mencoba untuk berbicara padanya, tepatnya pagi hari saat disekolah ada PR matematika, konon katanya sih dia pinter.
                “Hai Dik” sapaku padanya.
                “( Mengagukan kepala )” jawab Dika.
                “Ehhh, pinjem PR dong ?” tanya ku padanya.
                “( Mengagukan kepala sambil memberikan bukunya )” jawabnya.
                Gila kan coba masak sih gak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Kecuali saat dia presentasi atau menjawab pertanyaan dari gurunya.
                Pulang sekolah aku pun memiliki teman yang bernama Ayu disitu aku pun mulai bertanya no hp nya yang mungkin aku lebih tau gimana dia kalau di kerajain. “Waktunya pulang ?” seruku setelah mendapatkan no hp Dika.
                Saat di rumah pun aku mencoba untuk SMS Dika, tak kusangka dia memang berbeda dari biasanya, di gak secuek yang aku duga. “ Pantesan banyak yang suka ma kamu Dik, Dik, orang kamu kalo SMS romantis gini !” gerutuku dalam hati.
                Mungkin aku gak sesering SMS-an ma Dika lah, karna dia udah punya pacar dan pastinya ada yang temenin Dika untuk mencurahkan isi hatinya sebut aja dia Yossi. Emang sih dari kelihatannya dia suka ma Dika. Itu menurutku lho.
                Tapi lama-lama aku mulai menyukainya, setelah dia putus dengan pacarnya yaitu Nissa. Aku mulai SMS-an ma Dika. Pagi, Siang, Sore, Malam gak ada waktu tanpa dia.
##########
3 Bulan aku menjadi sahabat Dika hingga dia tak jadi orang yang senyebelin dulu, kami juga sering jalan bareng ke rumah temen sebut aja dia Topa. Tapi aku juga di gosipin nih jadi saingan mantan temen SMS-an curahan hati Dika yaitu Yossi, “ gilllaaa dech dimusuhin gini” gumamku dalam hati.
Saat hari Minggu tiba Aku dan Dika yahh, jalan-jalan mampir kerumah Topalah sekalian ngerjain PR bareng-bareng.
Nah, saat itu Aku menggeledah tas Dika nihh yang kelihatan gak terurus dan jarang dicuci, hehehehe.
“Ihhhhh, ini apa Dik,?” tanyaku sambil memegang secarik kertas.
“Jangan !!!” suara nyaring Dika yang baru-baru ini ku dengar berteriak, sambil menarik kertas dariku.
“Hayo apa itu ?” tanyaku kembali.
“( Menggeleng kepala )” jawab Dika.
Sepulang di rumah aku masih bertanya-tanya apa sebenarnya isi yang ada di secarik kertas tersebut.
##########
Selang 2 hari tak ku sangka lewat media, yaitu SMS Dika menyatakan cinta padaku. Wew’ “gak nyangka dehh” perasaan ku dalam hati bercampur senang. Ya aku pastinya butuh waktu untuk menjawabnya.
 Dan aku masih harus berfikir karena yahh aku masih duduk di bangku 8 SMP nih. Dan akhirnya aku putuskan ya Aku terima kita menjalin hubungan lebih yaitu “Berpacaran”.

End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar