Karya
: Ratih Desya Untiansari.
Kisah ini
berawal dari ketika aku sebut saja aku Desya Rahma Sari,di sekolah SMPN Pelita
2 Jakarta. Aku biasa dipanggil dengan
Desya, aku telah duduk, di bangku kelas 7. Sebagai anak baru yang harus
menjalani masa pembelajaran.
Saat ini SMP
ku memang sering mengadakan out door, yachh, biar gk bosen sih katanya.
Dimulailah kisahku. Aku mengenal sesosok seorang teman yang berbeda dari yang
lainnya. Ya dia Dika Pandu Utama, ya dia memang sosok yang dikagumi oleh semua
wanita.
Awalnya sih
memang aku gak tertarik padanya karna memang dia adalah orang yang “nyebelin”
sedunia. ya Dika memang sih dia keren, jago maen basket, ganteng, dan yang
pastinya super duper pendiem, hanya 3 jurus yang dia miliki untuk menjawab pertanyaan
yaitu hanyalah anggukan, gelengan kepala, dan angkat bahu.
##########
Hari ini aku
mencoba untuk berbicara padanya, tepatnya pagi hari saat disekolah ada PR
matematika, konon katanya sih dia pinter.
“Hai Dik”
sapaku padanya.
“( Mengagukan
kepala )” jawab Dika.
“Ehhh, pinjem
PR dong ?” tanya ku padanya.
“( Mengagukan
kepala sambil memberikan bukunya )” jawabnya.
Gila kan coba
masak sih gak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Kecuali saat dia
presentasi atau menjawab pertanyaan dari gurunya.
Pulang
sekolah aku pun memiliki teman yang bernama Ayu disitu aku pun mulai bertanya
no hp nya yang mungkin aku lebih tau gimana dia kalau di kerajain. “Waktunya
pulang ?” seruku setelah mendapatkan no hp Dika.
Saat di rumah
pun aku mencoba untuk SMS Dika, tak kusangka dia memang berbeda dari biasanya,
di gak secuek yang aku duga. “ Pantesan banyak yang suka ma kamu Dik, Dik,
orang kamu kalo SMS romantis gini !” gerutuku dalam hati.
Mungkin aku
gak sesering SMS-an ma Dika lah, karna dia udah punya pacar dan pastinya ada
yang temenin Dika untuk mencurahkan isi hatinya sebut aja dia Yossi. Emang sih
dari kelihatannya dia suka ma Dika. Itu menurutku lho.
Tapi
lama-lama aku mulai menyukainya, setelah dia putus dengan pacarnya yaitu Nissa.
Aku mulai SMS-an ma Dika. Pagi, Siang, Sore, Malam gak ada waktu tanpa dia.
##########
3 Bulan aku menjadi sahabat Dika
hingga dia tak jadi orang yang senyebelin dulu, kami juga sering jalan bareng
ke rumah temen sebut aja dia Topa. Tapi aku juga di gosipin nih jadi saingan
mantan temen SMS-an curahan hati Dika yaitu Yossi, “ gilllaaa dech dimusuhin
gini” gumamku dalam hati.
Saat hari Minggu tiba Aku dan Dika
yahh, jalan-jalan mampir kerumah Topalah sekalian ngerjain PR bareng-bareng.
Nah, saat itu Aku menggeledah tas Dika
nihh yang kelihatan gak terurus dan jarang dicuci, hehehehe.
“Ihhhhh, ini apa Dik,?” tanyaku sambil
memegang secarik kertas.
“Jangan !!!” suara nyaring Dika yang
baru-baru ini ku dengar berteriak, sambil menarik kertas dariku.
“Hayo apa itu ?” tanyaku kembali.
“( Menggeleng kepala )” jawab Dika.
Sepulang di rumah aku masih bertanya-tanya
apa sebenarnya isi yang ada di secarik kertas tersebut.
##########
Selang 2 hari tak ku sangka lewat
media, yaitu SMS Dika menyatakan cinta padaku. Wew’ “gak nyangka dehh” perasaan
ku dalam hati bercampur senang. Ya aku pastinya butuh waktu untuk menjawabnya.
Dan aku masih harus berfikir karena yahh aku
masih duduk di bangku 8 SMP nih. Dan akhirnya aku putuskan ya Aku terima kita
menjalin hubungan lebih yaitu “Berpacaran”.
End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar